Apa Saja Penyebab Umum Peritoritis ?

Hasil gambar untuk Peritonitis

Sehatq.com

Penyakit peritoritis merupakan peradangan di lapisan tipis dinding dalam perut (peritoneum), yang berfungsi melindungi organ di dalam rongga perut. Infeksi bakteri atau jamur adalah penyebab umum peritonitis dari peradangan ini. Jika tidak ditangani, peritonitis bisa menyebabkan infeksi menyebar ke seluruh tubuh dan membahayakan nyawa penderitanya.

Penyebab umum peritoritis dibedakan menjadi 2 kategori utama yaitu peritonitis bakteri spontan (SBP) dan sekunder. Pada kategori pertama berkaitan dengan sobekan atau infeksi di cairan rongga peritoneal dan penyebabnya adalah infeksi yang berawal dari peritoneum. Sedangkan peritonitis sekunder berkaitan dengan infeksi yang telah menyebar dari saluran pencernaan. Beberapa kondisi ini bisa mengakibatkan peritonitis :

  • Cedera atau trauma
  • Tukak perut terpisah
  • Pecahnya usus buntu
  • Sirosis (jaringan parut di hati karena kerusakan hati untuk jangka panjang)
  • Kelainan pencernaan (penyakit Crohn/diverticulitis)
  • Prosedur medis

Kondisi berikut bisa meningkatkan resiko peritonitis primer : 

  • Sirosis. 

Sirosis dapat menyebabkan penumpukan cairan di rongga perut (asites) yang bisa memicu infeksi.

  • Menjalani CAPD.

Menjalani CAPD tanpa memperhatikan kebersihan dan sterilitasnya akan memberi risiko untuk menimbulkan infeksi.

Faktor risiko pada peritonitis sekunder,  yaitu :

  • Terdapat organ dalam yang pecah, 
  • Mengalami radang panggul.
  • Penyakit saluran pencernaan
  • Pasca pembedahan rongga perut.
  • Luka di perut karena tusukan pisau atau tembakan.

Penyebab infeksi dan atau radang menentukan gejala yang akan terjadi. Gejala yang paling umum terjadi yaitukehilangan selera makan dan mual. Gejalanya juga meliputi : 

  • Rasa sakit dan nyeri di perut 
  • Perasaan kenyang (distensi) di dalam perut
  • Demam dan menggigil
  • Diare
  • Jarang buang air kecil
  • Rasa haus berlebihan
  • Kelelahan
  • Tidak bisa buang air besar atau buang angin

Sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter apabila tanda dan gejala yang terjadi semakin parah. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko yang lebih lanjut. 

Apa saja pilihan pengobatan untuk peritonitis?

Penderita peritonitis bisa memilih beberapa cara pengobatan. Pengobatan tersebut diantaranya : 

  • Antibiotik : berfungsi untuk melawan infeksi dan mencegah penyebarannya. Durasi dan jenis dari serangkaian antibiotik tergantung pada tingkat keparahan dari kondisi serta jenis peritonitis yang dialami.
  •  Operasi : jika peritonitis yang terjadi disebabkan karena usus buntu, usus besar atau perut yang sobek, maka operasi adalah pilihan yang tepat untuk dipili. Operasi bermanfaat untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi dan mengobati penyebab infeksi serta mencegah penyebaran infeksi. 
  • Pengobatan Lain : Tanda dan gejala yang dialami memengaruhi pengobatan yang bisa di pilih di rumah sakit seperti cairan intravena (IV), nyeri, tambahan oksigen dan transfusi darah. 

Diagnosis penyakit peritonitis bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik secara lengkap dan melakukan beberapa tes berikut :

  • Tes darah (penghitungan darah lengkap(CBC))

Tes ini bisa membantu untuk mengukur jumlah sel darah putih. Jumla sel darah putih yang tinggi menjadi pertanda radang atau infeksi. Sedangkan kultur darah bisa membantu mengidentifikasi adanya bakteri penyebab infeksi atau radang

  • Analisis cairan peritoneal

Apabila cairan menumpuk di dalam perut, dokter bisa menggunakan jarum untuk mengambil beberapa dan mengirimkan sampel ke laboratorium. Langkah ini bertujuan untuk menganalisis cairan. Kultur cairan juga dapat membantu mengidentifikasi bakteri.

  • Tes gambaran

Misalnya CT scan dan X-ray : menggambarkan perforasi atau lubang di dalam peritoneum

Sumber :

www.hellosehat.com

www.webmd.com

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*